RSS

Sony Ericsson G700

12 Jul

Keunikan G700 adalah penggunaan layar sentuh. Layar ini mampu bertahan dari gempuran kuku dan jempol kami. Tapi setelah beberapa waktu, terasa lebih nyaman memakai stylus yang ada. Rasanya, posisi stylus di pojok kiri atas bodi, lebih nyaman dijangkau mereka yang kidal. Dan entah mengapa, rasanya stylus yang ini sangat tipis sehingga kami kuatir bakal mematahkannya tanpa sengaja.

Perhatikan, di sisi kanan dan bawah layar ada sejumlah garis dan titik. Tapi agaknya ini hanya sekadar penanda; sebab tak didapati fungsi tertentu ketika memencet atau menggeseknya.

Seperti ponsel berbasis Symbian lainnya, di sisi bawah layar terdapat sederet icon. Yang ada di ponsel ini antara lain empat bulatan (ke menu utama), panah (My shortcuts), orang (Favourite contacts), tanggal (Calendar), dan amplop (New messages). Ke-4 arah tombol navigasi pun merupakan pintasan ke empat aplikasi; pintasan ini dapat disetel ulang. Oya, default tombol menu kiri akan membuka Calls, sedangkan menu kanan ke More.

Melihat tombol pintas khusus yang ada, tampaknya segmen yang diincar Sony Ericsson adalah mereka yang suka corat-coret dan maniak SMS. Perhatikan tombol pintas Notes (bergambar kertas terlipat) dan tombol pintas Messaging (amplop) yang ada di tepi kiri dan kanan.

Notes ini menjadi menarik, sebab kita dapat menyimpan tulisan tangan atau sketsa gambar. File-nya kelak bisa disusun mirip slide show. Pada Message pun kita bisa kirim pesan berupa tulisan. Nantinya bisa dikirim berupa MMS atau e-mail. Perhatikan, ada pilihan untuk mengirim pesan sebagai fax (Send as > Fax).

Jika biasanya kita memencet tombol dengan kombinasi tertentu untuk mengunci keypad (dan layar), di sini kita tak perlu repot lagi. Tinggal pencet tombol penguncinya yang berada di kiri bodi. Sangat gampang mengenali tombol ini karena ada gambar anak kunci tertera di situ. Cara lain, pencet tombol * satu kali sampai di atas menu kanan muncul tulisan Lock keys. Di seri ini, tombol On-Off dibuat tersendiri; ditempatkan di atas bodi, pojok kanan. Namun kita tetap dapat mematikan ponsel dari menu, seperti kebanyakan ponsel berbasis Symbian lainnya.

Kamera utama G700 sudah 3 MP. Tak tanggung-tanggung, Sony Ericsson memberikan 2 lampu yang lumayan terang-benderang, berguna saat memotret di tempat remang-remang. Karena terangnya, lampu ini bisa dijadikan senter. Menunya bisa diakses dari Organizer > Torch. Lalu kita bisa pilih agar menyala selama 1 menit, nyala terus-menerus sampai dimatikan, atau berkedip sesuai kode SOS.

Tombol kameranya bisa ditemukan di kanan bodi, agak bawah. Letak tombol cukup enak ketika ponsel dipakai dalam kondisi horizontal. Memencet-tahan tombol ini akan mengaktifkan foto atau video, bergantung mana yang aktif saat terakhir kali digunakan.

Setting untuk foto maupun video termasuk lengkap. Untuk foto, ada opsi Normal, Panorama, Multi-shot untuk Shoot mode dengan pilihan Picture size berupa 3MP, 2MP, 1MP, VGA. Setelah dijepret, hasilnya bisa langsung diperbaiki dengan Photo fix. Sementara untuk video, opsi Shoot mode hanya 2 : Hi-quality video dan For MMS. Kita juga bisa pilih untuk merekam atau tidak merekam suara bersama video.

Kamera sekunder ada di kiri atas layar. Bersama fasilitas 3G, yang ini dipakai untuk video call – atau Sony Ericsson menyebutnya Video phone. Ada menu Use Rear/Front camera untuk pindah kamera saat ber-video call. Tapi tak terlihat menu serupa ketika jeprat-jepret foto atau rekam video.

Penggemar radio bisa bergembira sebab G700 pun menyediakan radio. Tentu saja dengan syarat headset tercolok. Kali ini Sony Ericsson menempatkan port headset, yang sekaligus port charger dan port data, di kiri bodi agak ke bawah. Perhatikan : slot M2 berada persis berdampingan rapat dengan port tersebut. Radio dilengkapi TrackID dan RDS. Lucunya, ada Sleep yang bisa otomatis mematikan radio sesuai waktu yang ditetapkan dan Resume audio.

Speaker ditempatkan di belakang bodi, agak pojok bawah. Rasanya, letaknya tak begitu menguntungkan karena sering ketutupan tangan sehingga suara jadi teredam. Padahal kontrol suara mudah dilakukan karena ada tombol volume 2-arah yang diletakkan di kanan bodi. Suara yang dihasilkan termasuk jernih. Apalagi ada dukungan Equalizer.

Cara melepas casing penutup batere cukup membingungkan. Tapi ternyata ada semacam lubang di bawah bodi untuk menyongkelnya. Bagian belakang bodi terlihat menarik dengan garis-garis lurus yang menonjol. Menurut pihak Sony Ericsson, tak ada alasan khusus memilih desain tersebut; hanya sekadar keindahan bentuk. Tapi, tampaknya desain tersebut lumayan membantu agar ponsel tak licin digenggam.

Casing pun relatif bersih dari bekas-bekas lemak jemari karena berpermukaan matte. Kombinasi warna perunggu terang dan hitam terlihat eksotis bagi pemakai yang menyukai fashion.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2009 in Uncategorized

 

5 responses to “Sony Ericsson G700

  1. mr.budget

    22 Juli 2009 at 16:46

    Berapa nih harganya ? Mahal kayaknya

     
  2. andre

    16 September 2009 at 10:23

    BLUETOOTH NYA koq sering ga konek..trus jg ad beam kalo nerima file dari bluetooth..nah kalo beam nya itu ketutup..gimana mengakses ke beam itu lagi..apa harus kirim file ulang..???

    sama juga file aplikasi yang di terima dari bluetooth cuma bisa d simpan di pesan ya…???

     
  3. Delarocha

    19 September 2009 at 00:05

    G700 ini symbian versi brpa ya? Dan utk multi-taskingnya gmna? Thx.

     
  4. Akah

    19 September 2009 at 06:23

    Punya saya koq suara dari speaker onboardnya pecah ya? review suara dari yang lain dong, klo emang ternyata cuma punya saya doang mau komplain ke SE nih

     
  5. velmer

    27 Mei 2010 at 06:47

    kecewa dengan pemilikan SE G700, sbb blm 4 bln dibeli tiba2 aja layar sentuhnya ga berfungsi lg, uda di bwh ke mn2 tuk diperbaiki tp hrs gnti alat yg nilainya Rp.400ribuan. gimana caranya tuk mengatasi kerusakan dmkn…thx y

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: