RSS

Keamanan komputer

Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab. Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa: ”Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer”

Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatnya pengguna komputer dan internet
  2. Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin ada disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.
  3. Banyaknya software-software untuk melakukan probe dan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.
  4. Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
  5. Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.
  6. Kurangnya huku yang mengatur kejahatan komputer.
  7. Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
  8. Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
  9. Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).

Menurut Garfinkel Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,” O’Reilly & Associates, Inc ada beberapa Aspek Keamanan Komputer diantaranya :
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Juni 2011 inci Uncategorized

 

Plagiarisme

Plagiarisme adalah mencuri gagasan, kata-kata, kalimat atau hasil penelitian orang lain dan menyajikannya seolah-olah sebagai karya sendiri.Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme, antara lain:

  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Sedangkan plagiarisme meliputi tindakan sebagai berikut:

  1. menggunakan atau mengambil teks, data atau gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan terhadap sumber secara benar dan lengkap;
  2. menyajikan struktur, atau tubuh utama gagasan yang diambil dari sumber pihak ketiga sebagai gagasan atau karya sendiri bahkan meskipun referensi pada penulis lain dicantumkan;
  3. mengambil materi audio atau visual orang lain, atau materi test, sofware dan kode program tanpa menyebut sumber dan menampilkannya seolah-olah sebagai karyanya sendiri;
  4. tidak menunjukkan secara jelas dalam teks, misalnya dengan tanda kutipan atau penggunaan lay-out tertentu, bahwa kutipan literal atau yang mendekati literal dimasukkan dalam sebuah karya, bahkan meskipun rujukan yang benar terhadap sumber sudah dimasukkan;
  5. memparafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) isi dari teks orang lain tanpa rujukan yang memadai terhadap sumber;
  6. menggunakan teks yang pernah dikumpulkan sebelumnya, atau menggunakan teks yang mirip dengan teks yang pernah dikumpulkan sebelumnya untuk tugas sebuah mata kuliah;
  7. mengambil karya sesama mahasiswa dan menjadikannya sebagai karya sendiri
  8. mengumpulkan paper yang dibuat dengan cara membeli atau membayar orang lain untuk membuatnya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Juni 2011 inci Uncategorized

 

PARKING SENSOR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

Pada dasarnya suatu tempat ( wadah / ruang ) mempunyai suatu keterbatasan jumlah (dalam hal ini isi / kapasitas ). Misalnya sebuah gelas, apabila diisi dengan air melebihi kapasitasnya maka air yang ada akan me luap keluar, contoh lain yaitu sebuah bendungan apabila terisi air melebihi kapasiatas bendungan tersebut, maka air juga akan meluap keluar. Apa yang terjadi apabila di dalam suatu tempat parkir dipenuhi oleh kendaraan yang melebihi kapasitas tempat parkir tersebut, yang terjadi adalah tempat parkir tersebut menjadi penuh dan tidak nyaman.

Dari pengalaman yang sering terjadi seperti diatas maka kendaraan yang masuk kedalam tempat parkir tersebut perlu dibatasi. Contohnya apabila didalam ruangan tersebut memiliki kapasitas maksimum 50 kendaraan, maka perlu dibatasi antar 45 – 50 kendaraan agar kenyamanan di dalam tempat parkir tersebut tetap terjga. Uang menjadi permasalahn berikutnya adalah bagaimana caranya membatasi jumlah kendaraan yang telah berada di dalam tempat parkir ataupun yang telah meninggalkan tempat parkir tersebut.

Oleh sebab itu dalam hal ini diperlukan sebuah alat penghitung yang dapat secara otomatis menghitung jumalah kendaraan yang masuk maupun meninggalkan tempat parkir tersebut yang akan mempermudah mengetahui jumlah kendaraan yang telah berada di dalam tempat parkir apakah sudah penuh atau tidak.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2011 inci Uncategorized

 
 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai